Toookkk..ttookk..tookk….!!!!!, suara pukulan palu membuatku sakit kepala dan membuatku bangun dengan terpaksa dihari senin pagi..
Kuturuni tangga dengan marah dan sentakkan kaki ku memberontak dilantai.
“hey !!! ada apa ini???” teriakku melihat kearah ayahku yang sibuk memperbaiki pelafon rumah yang bocor,.”dad, please! Aku ingin tidur nyeyak pagi hari ini” kataku memohon.
“ah??? Bukankah kau harus sekolah pagi hari ini?? Apakah kau menunda kesekolah baru mu lagi ?” tanya ayahku bingung.
“astaga dad !!! aku lupa harus kesekolah pagi hari ini !!!” teriakku kencang, lalu ku ambil perlengkapan mandiku .
Selesai mandi,aku langsung buru buru berpakaian,lalu memakai sepatuku, sialnya! Tali sepatuku putus dan…..aku tak tahu harus berbuat apa, akan membuatku malu jika memakai tali yang putus. Terpaksa aku harus menggunakan tali berwarna merah yang sangat membuatku…..MALU..
Ku ambil kunci motorku,lalu membalap motorku langsung menuju kesekolah baruku,mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama ke sekolah ku, kira kira 1 ½ jam.
Ya sungguh betapa rumitnya kehidupanku setelah aku harus berpindah pindah sekolah tanpa sebab apapun dari orang uaku,padahal aku sama sekali tidak pindah rumah,walaupun daerah derahku sangat sepi tanpa manusia. Itu saja mungkin hanya ada 3 kepala keluarga yang tinggal berdekatan yang jaraknya 20 meter.
*************
Krrrriiiinngggggggggggggg…”tepat waktu” bisikku sambil memarkir motorku ke tempat pemarkiran kendaraan,.kulihat betapa banyaknya orang yang mempunyai transportasi mewah serta elit,
“hey..hey..hey…!!! kendaraan yang bagus!” teriak seorang gadis seumuranku yang mengejek kendaraan roda duaku.
“thanks” ucapku padanya, aku tahu dia hanya mengejek kendaraan yang aku tumpangi.
“well, anak baru ya??” ejeknya dengan nada sok yang berlebihan.
Aku pun hanya melontarkan senyum padanya yang kubuat semanis mungkin.dan kemudian berjalan terus…
“tunggu bodoh !!!!” gertaknya,”kau tidak tahu peraturan disekolah ini hah?” tukasnya sombong.
“kau tahu……aku anak baru,jadi aku belum tahu peraturan yang ada di sekolah SINCE HIGH SCHOOL ini” gertakku.
“kurang ajar kau! Kau harus hormat pada senior mu !” tukasnya dengan nada yang keras dan tajam.
“hah? Senior” bisikku..mungkin dia memang tidak mendengarku, senior? Dia senior? Tapi..tapi.tubuh yang kecil dan mungil itu, aku pikir dia sama denganku JUNIOR…ku pehatikan dia dari ujung rambut sampai ujung kaki,rambut yang acak acakan yang mengikuti style HARAJUKU itu membuatku ilfil .padanya,wajahnya yang kecil dan bulat membuatnya terlihat seperti anak anak gadis remaja pada umumnya,serta rok mini yang ia kenakan sangatlah bukan siswa yang teladan.tanpa sepengetahuannya,akupun langsun berlari menuju kelas yang telah ditetapkan kepadaku.
“9-grade.bagus” bisikku..lalu memsuki kelas yang sangat ribut dan berserakannya sampah dimana mana, serta siswa/siswinya yang …merokok,memakai,dan seperti kapal pecah.
“jangan ribut…jika kalian ribut akan kukurangi nilai kalian” kata seorang guru kimia ku yang botak, berkumis dan berjanggut.
Yang sedang mengajar dikelas sambil menyetel lagu, sehingga tak mungkin dia mendengarkan murid yang ribut disini.
“permisis,sir..” tukasku,”maaf, sir..apakah aku sudah tercantum dikelas ini?” tanyaku, namun dia tetap saja tidak mendengarkanku, hanya asyik mendengar lagu.
Akupun menunggu sampai dia selesai mendengarkan lagu. Kucari bangku tempat duduk, dan beruntung mendapatkan tempat duduk yang berdampingan dengan seorang siswa yang tampan dan agak,,,,,,manis.
Kulihat sekeliling kelas,betapa kacaunya kelas ini..”maaf,apa ini betul SINCE SENIOR HIGH SCHOOL?” tanyaku pada seorang yang disampingku..
“ya” jawabnya singkat padat dan jelas.
“aku pikir, SINCE SENIOR HIGH SCHOOL itu sekolah yang sangat disiplin ?” tanya ku lagi.
Namun, dia hanya terdiam dan tak mau mengeeluarkan suara sedikitpun, namun hanya menggeleng.
Pandangan yang kulihat ramai, tiba tiba kosong dan gelap, aku melihat seseorang berdiri dibalik pohon pinang dan berbalik sambil mengenakkan jubah.
Dan akupun mulai sadar, lalu kuberlari meninggalkan kelas dan menuju tempat parkiran dan pergi mengendarai motorku.
Aku tak tahu harus pergi kemana,penglihatanku hanya pohon dan pria berjubah.
“dimana kau” bisikku. Sambil mengendarai motor.
Aku terlahir dengan agak berbeda, bisa dibilang…..atau campuran antara Vampir dan Manusia, kami selalu berpindah pindah tempat..dan aku juga selalu berpindah pindah sekolah.
Dari PARIS sekitar 3 tahun,FORKS 12 tahun dan terakhir DENALI. Aku pikir forks adalah kota yang terakhir aku tempati, tapi ternyata masih ada denali.
Namun , PARIS adalah tempat yang paling aku suka, dimana aku bertemu dengan seorang anak laki laki yang sangat tampan dan sangat manis yang bernama KHEIFIN. Selalu bermain bersama. Namun hari yang buruk memisahkan kita. Saat aku pindah ke forks untuk bersekolah kembali.
Kheifin memang bukan keturunan paris asli, melainkan dia keturunan Thailand dan indian.
Aku tak bisa melupakan hal itu, diaman kami
Setiap aku lulus sekolah, aku harus pindah dan mengulanginya dari awal lagi,padahal aku sering mendapat nilai yang bagus dan selalu mendapat peringkat yang pertama.
Aku tahu kenapa, karena aku adalah …………, aku dan ibuku tak bisa menjadi tua, hanya ayahku saja ,sebab ayahku adalah manusia yang murni, tetapi terlahir sebagai MAGICIAN.aku selalu melihatnya dengan tongkat hitam dan mengubah kambing hidup menjadi kambing guling yang sedap.
Aku dan ibuku mempunyai kelebihan, aku dapat melihat masa depan.hal itu terjadi ketika umurku sekitar 8 tahun. Saat itu aku melihat akan terjadinya kebakaran hevat dirumah nenekku,namun ibuku ragu akan hal itu..aku memaksakan diri untuk pergi ke rumah nenekku, namun naas..tak sempat tertolong.semenjak itulah aku dapat meramalkan masa depan.
sedangkan ibuku,Irina dapat membaca pikiran,bahkan bisa membaca pikiran sejauh 3 km..
Perlahan, aku memelankan laju motorku. Aku sudah mulai melihat sosok pria berjubah itu semakin dekat. Aku tahu, ibuku dapat membaca pikiranku saat ini, dan dia tahu dimana aku sekolah.
Tak lama kemudian, akupun melihat sosok pria berjubah yang ada di penglihatanku itu. Ia berbalik kebelakang dan….
“kau membuatku menunggu lama Bree”. Ketusnya, lalu berbalik senyum. Namun jubahnya tetap meghalangi
Aku tak tahu, siapa pria itu. Wajahnya sungguh misterius.
“kau siapa?bagaimana kau tahu namaku” tanyaku, sambil berjalan menuju kearahnya.
“aku datang kesini untuk menjemputmu..ke Oxford westreller high schoolaku disuruh Oleh proffessor DreaMcroundfreak.” Pintahnya.
“well,aku harus ikut denganmu?” tanyaku. Tetap bejalan menuju kearahnya.
“ya.. dan kau harus mengangkut barang barangmu sebelum pergi dan kau harus berbelanja sedikit” katanya ramah..
“belanja untuk apa?” tanyaku bingung. “memangnya belanja untuk berbelanja buku? Pensil? Pena?” kataku bercanda.
“tidak! Bukan itu..maksudku,kau harus berbelanja….” Belum sempat pria itu bicara., ibuku sudah ada disampingku secepat kilat dan menarikku pergi,dan masuk kedalam mobil..”tunggu!! ini perintah professor Mcround !!”teriaknya..namun hanya geraman buas yang diberikan oleh ibuku padanya..
Dan iapun pergi dengan hanya menggunakan sapu terbang dan,,,,,,wwwuusshh menghilang.
“ada apa mom?” kataku memegang lengannya.
“bukan apa-apa”. Tukasnya
Kamipun terdiam sampai dirumah.dan sesampainya dirumah, ayahku berdiri didepan pagar membukakan kami pintu dan memberikan ibuku code, ibuku pun terkaget dan sedikit mengangguk.
“ada apa dad?” teriakku dari dalam mobil, lalu turun menemui ayahku.
“tidak ada apa apa” tukasnya.” Sebaiknya kau masuk ke kamarmu dan belajar..aku tahu, tadi kau tidak bersekolah kan?” tukasnya marah.
“maaf dad,bukan maksudku..hanya saja.. sekolahnya memang tak cocok untukku” kata memohon ampun.
Akupun berlari menuju kamarku, namun lenganku ditarik oleh ibuku..”tunggu!!” teriak ibuku . “kenapa kau kesana?” gertaknya.
“aku..aku..aku hanya melihatnya” kataku takut.
“aku pernah bilang, jika kau tak tahu siapa,jangan kau cari tahu!” bentaknya.
“hey mom! Siapa yang tahu? Mungkin jika dia datang akan membawa keberuntungan” tukasku membela.
“jika, dipenglihatanmu ada seseorang yang berjubah lagi..jangan dekati dia,atau ibu akan membiarkanmu diluar hingga kau dimakan singa gunung!!” kasarnya
“baik mom” kataku layu. Akupun berlari menuju tangga kamarku dan mulai mencari tahu, siapa dia tadi..
Tiba-tiba..penglihatan yang tadinya lemari bajuku. Berubah menjadi gelap,lalu menjadi aneh. Aku melihat tiga orang jubah hitam yang berada di taman belakang sekolahku. Mereka bertiga memandangiku.dan salah satu diantara mereka seorang gadis yang umurnya sama dengan umurku, berbisik pada teman pria yang ada bersama disampingnya dan menatapku sinis. Setelah itu, penglihatanku berubah menjadi kelam.
Namun, akupun masih penasaran dengan hal itu..aku ingin mengetahui lebih dalam lagi. Kupaksakan mataku untuk melihat lebih jelas, namun mataku begitu sakit jika dipaksakan dan mengeluarkan air mata.
Cckkkcckkkcckkkcckk…suara berisik cicak yang ada diatas gentengku, membuatku terbangun dan menandakan ingin ke kamar kecil.
“selesai” bisikku dalam toilet.
Lalu, akupun kembali kekamar dengan melewati ruang keluarga. Setelah itu melewati kamar orang tuaku..tak kusangka aku mendengar sesuatu dan mereka sepertinya bertengkar..
Kuambil gelas yang ada di dapur, lalu kudekatkan telingaku pada pintu kamar mereka dan dengan jelas aku mendengarkan.
“aku tak mau jika Bree masuk ke sekolah mu itu !” bentak ibuku.
“lebih baik dia sekolah disana, lihat saja disekolah normalnya ..dia tak semangat untuk belajar!” gertak ayahku.
“aku suka bree di kehidupan manusia nya” teriak ibuku.
“tapi Bree sengsara jika dia sekolah dikehidupan normalnya!” gertak ayahku, lalu tak terdengar suara sekitar 4 detik
Dan tak kusangka ibuku membuka pintu kamarnya. Aku tahu ia mendengarku saat ia membaca pikiranku.. akupun langsung berlari menuju kamarku dan kembali tidur.
Bree…Bree” teriak ayahku didepan sambil mengetuk pintu. “Bree..Bree..saatnya kesekolah” katanya lagi.
“hhmmmmmmm….tunggu!! aku akaaaaannn bangun” teriakku didalam..
Lalu aku pergi mengambil peralatan mandiku.kemudian berjalan melewati tangga. Kulihat ibuku yang duduk terdiam didepan TV dan melihatku begitu lama.. aku tahu dia sangat ingin tahu,apa yang aku pikirkan. Namun aku sudah terlanjur masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu.
“kau ingin aku mengantarmu?” kata ayahku, setelah aku keluar dari kamar mandi.
“tidak usah” jawabku singkat dan langsung menuju ke kamarku.
Setelah selesai, aku pergi ke ruang makan keluarga. Kuintip sejenak, namun ibuku sudah tak ada disana. Aku hanya mengambil bekal makan siangku, yaitu sayuran dan buahan,, lalu pergi mengendarai motorku.
*************
“Bree..!” teriak seorang teman baruku yang tidak aku kenal dan menghampiriku.
“ya?..kau siapa?” tanyaku.sambil memperhatikan gayanya.. rambut acakan, baju yang ketat..dan celana transparan yang seksi. Akupun menatapnya. Melihat wajahnya yang lebar, hidungnya yang mancung dan matanya yang agak sipit.
“hy Bree!! Aku Elenaki..” jawabnya.
“bagaimana kau tahu namaku?” tanyaku bingung.
“ayahku yang punya sekolah ini, jadi aku melihat daftar murid baru…” jawabnya tersenyum. “ngomong-ngomong.. kau pindahan dari mana?” tanyanya senyum lagi.
“ aku pindahan dari Forks” jawabku singkat..”hey..namamu aneh.. kau orang mana?” tanyaku dengan wajah bingung.
“aku memang bukan orang inggris, tapi aku orang Greece!” katanya berteriak. “salam kenal ya” katanya mengulurkan tangan.
Aku melihat sejenak. “well, bukannya aku tak mau.. tetapi tanganku sedang kotor.. akibat mengendarai motor” alasanku,agar ia tak tahu ketika memegang tanganku.. memang selama ini, tak ada seorangpun yang pernah menyentuhku.
“oke..bukan masalah untukku” katanya tak tersinggung. “so,kau ingin menuju kelas bersamaku?” katanya mengajak.
“baiklah.. aku mau, daaann bisaka kau mengajakku mengelilingi sekolah ini?” kataku memohon.
“sungguh.. aku mau..,,” cueknya deengan bercanda
“okey!” teriakku.
Ia pun mengajakku mengelilingi sekolah. ..”pertama tama.. aku akan mengajakmu keruangan guru”. Tukasnya.
“okeh” bisikku pelan.
“nah ini dia…. Ini adalah struktur pangkat guru disekolah ini..” jelasnya.
Ku perhatikan semua wajah guru yang aneh aneh..
“mohammad ali?” gertakku.
“oh.. dia itu guru kimia.. dia itu guru paling tegas dan galak!!”
“hhaaahh?” kataku tak percaya.
“kenapa?” bingungnya.
“lalu? Kerjanya hanya duduk dan mendengarkan lagu?” tukasku.
“memang dia orang yang tegas.. biasanya dia menghukum siswa yang terlambat, menyuruhnya keliling lapangan 2 kali” kata elenaki takut.
Kulihat lapangan yang begitu kecil dan tidak sampai 300 meter persegi.. “lapangan itu maksudmu?” kataku kaget, sambil ,menunju ke arah lapangan yang kulhat tadi.
“ya” tegasnya.
“aapaaa???? Itu hukuman yang sangat gampang!” bentakku.
“memangnya kenapa? Semua guru juga takut padanya karena tegas!” ketusnya. “sudahlah,, lupakan,. Ayo kita ke kelas, melihat dafftar siswa yang ada.
Kamipun berjalan menyusuri lantai yang bolong dan tak terawat.
“lihat!... itu aku dan wajahku.. di nomor urut pertama”
“waaww.. wajahmu tampak beda. Hahah” candaku.
“dasar kau ini” ketusnya cemberut.
“hey..hey..siapa dia?” tanyaku , melihat ke arah cowok yang bersebelahan denganku kemarin.
“dia itu bernama….”
“Stevano” potongku .
“ouh.. kau sudah tahu kan” tanyanya.
“…………….” Diamku.
“hey ???? kau sedang menghayal” tanyanya lagi.
“oopss.. ,maaf.. aku memang sering menghayal” kataku terkaget.
“oh.. kebiasaan ya.. oh ya.. kau sudah tahu stevano?”tanyanya.
“oh.. sudah.. ehh belum. Kenapa?” tanyaku terbata bata,. Tetapi sebetulnya aku sudah tahu profil lengkap stevano sejak awal.
“dia itu anak yang manis, disegani banyak siswi.. dia juga pintar tetapi agak pendiam.
“oh..” bisikku sambil mengangguk.” Jam berapa sekarang? Kenapa belum ada yang datang?” tanyaku aneh.
“sekarang sudah jam…..”
“ 06.59 pagi” potongku lagi pada Elenaki, belum sempat ia melihat arloji klasik berwana pink.
“ kau senang memotong perkataanku..memangnya dimana kau melihat jam?” tanyanya bingung.
“ouh.. itu .. hm.. tidak penting, hanya mengira ngira.maafkan aku.” Ketusku terkaget dari lamunan.
“oh..lihat mereka datang semua secara bersamaan” teriaknya. “heyy !!! Alex !!! kemari” teriaknya pada seorang siswa yang berantakan.
“hey elenaki !! “ katanya tergopoh gopoh ,lalu mencium Elenaki.
“maaf, bukannya aku mengganghu, tapi.. bisaka kalian tidak melakukan hal itu.. itu sangat tidak nyaman menurutku” bentakku agak pelan.
“ohh.. maaffkan aku Bree.. aku tak bermaksud…”
“sudalah.. Elenaki !! lupakan saja…” kataku lagi terbata bata sedikit.
Aku pun pergi meninggalkan elenaki dan pacarnya Alex, lalu meuju bangkuku.,
Tak lama, akupun kembali menghayal.. tetapi kali ini khayalanku hanya pada Alex ,pacar Elenaki.
“aku hanya ingin mengambil hati elenaki, agar kita bisa bersenang senang bersama” ketus Alex.
“tetapi kau cinta pada elenaki?” tanya seorang gadis cantik.
“tentu tidak sayang !!!, aku hanya cinta kepadamu” bentak Alex. “lagi pula.. aku hanya ingin mengambil hartanya untukmu.” Ketusnya lagi.
..seketika itu, almunanku menghilang ketika seseorang yang disampingku menyambarku hingga jatuh ! dan dia adalah Stevano!
“maaf” cueknya.
“ugh!” gertakku.
Lalu akupun kembali mengkhyalkan Alex, namun hanya hitam yang kulihat. Kemungkinan besar, khayalanku atau penglihatanku terbatas waktunyaLalu tiba tiba di penglihatanku, aku melihat arloji kristal dan melihat pukul 8.09 pagi. Lalu melihat 3 orang berjubah berdiri diluar taman sekolah.
*************
Pelajaran pertama adalah pelajaran sejarah yang sangat ku gemari. Guru sejarahku adalah wali kelasku sendiri.. sambil menerangkan, ia juga memperhatikanku dan..
“okey,, apakah kalian sudah melihat murid baru dikelas ini?” tanyanya ,dan semua pasang mata tertuju padaku..”okey bree.. bisakah kau memperkenalkan diri didepan kelas?” tukas wali kelaku.
“baik, sir” kataku terbata bata.
Aku menuju ke depan kelas dan menarik napas dalam dalam.
“hay.. namaku Bree Schwester Bryan, aku pindahan dari FORKS HIGH SCHOOL.”.. kataku ,lalu menelan ludah. “ada yang mau bertanya?” tanyaku mengangkat telunjuk.
Lalu seorang gadis cantik nan imut mengajukan jari telunjuk.. “bagaimana kulitmu bias putih seperti itu?” tanyanya. “apa kau memakai handbody ? atau merawat kulitmu?” tanyanya ketus.
Aku memng sudah melihat apa yang ia akan bicarakan.
Dengan sigap, aku menjawab. “aku selalu mandi susu” tegas ku sambil tersenyum.
“oh.” Bisiknya.
“baiklah Bree, silahkan duduk.” Tegas guruku selaku wali kelas..
Akupun berjalan menuju bangkuku secara pelan dan lambat, sengaja aku lakukan itu, karena aku tahu.. Stevano akun bertanya.
“tunggu!” teriaknya.
“ada apa Stev? Kau mau bertanya?” kata guruku.
“ya sir..aku mau bertanya sesuatu” teriaknya dari jauh.
“baik.. silahkan” kata guruku lagi.
Dia terdiam sejenak. “hmm.. apakah kau pakai softlens ?” ketusnya malu.
“ohh..ini..ini..aku..aku.. mataku ini keturunan” kataku terbata bata dan agak malu.
“oh.. terima kasih” tukasnya menunduk.
“well, aku bisa kembali ketempatku sir?” tanyaku.
“ohh. Silahkan Bree” kagetnya.
Kududuk kembali ke bangkuku dan mengambil buku pelajaran.
Kulihat jam yang ada ditangan Stevano, dan melihat sudah pukul 08.05, akupun terkaget, bahwa jam yang kulihat adalah punya Stevano.
“ugh.. tinggal 4 menit lagi!” bisikku membentak pulpen yang kupegang.
Lalu Stevano menatapku dengan wajah bingung dan berbalik kembali.
Guruku memberikan kami soal yang agak mudah untukku, dan akupu menjawabnya dengan mudah, namun perasaanku masih saja was-was, dan deg degan dengan penglihatan yang kulihat..
Tak lama kemudian, ku-cek kembali arloji milik stevano yang menandakan pukul 08.08.15 detik.
“sial !! 45 detik lagi !” gertakku.
“kau kenapa?” tanyanya aneh.
“tidak.. bukan urusanmu” ketusku..”yaa.. ampun!! Siapa mereka!!” bisikku pelan.
“uugh !!! 5,4,3,2,1..” kuberbalik keluar jendela dan…..betul! mereka bertiga tepat ada berdiri..lalu kulihat seorang gadis yang berbisik kearah cowok yang berdiri disampingnya.dan juga orang tua berjenggut panjang menatapku sinis.
Dan ketika aku ingin melihatnya lebih dekat, tiba-tiba.. guru sejarahku atau selaku wali kelasku berdiri tepat didepanku.
“ugh!” bisikku.
“ada apa Bree? Apa ada masalah nak?” tanyanya ketus.
“tidak sir, aku hanya melamun sebentar” kataku malu sambil menunduk.
“ouh.. tak apa apa bree..lanjutkan pelajaranmu” ketusnya lalu pergi.
Kukembali melihat 3 orang jubah itu, namun mereka sudah hilang ketika guru sejarahku berdiri tepat didepanku.
*************
Kkkkkkkrrrrrriiiiiiinnnnnnnnnggggggggggg……
Bunyi lonceng yang keras mengganggu khayalanku. Aku sempat berfikir, apa mau mereka.
“haey Bree.. mau ke luar?” tanya elenaki.
“tidak! Aku hanya ingin disini saja” bisikku.sambil melihat mata Alex yang menatapku. Dan menatapnya balik, kemudian ia berbalik lagi.
“okey, baiklah.. sampai jumpa ya” teriaknya
“bye” kataku pelan.
Semakin sepi.. akupun semakin memaksa mataku untuk berlatih, melihat masa depan.. dan yang kulihat adalah…
Sebuah ruangan raksasa yang sangat besar, serta banyaknya orang seumuranku yang memakai jubah hitam dan berjalan menyusuri lorong jalan istana.
Melihat anak gadis dan cowok yang kulihat disampingnya ketika ia berada di taman belakang sekolah. Serta orang tua yang berjanggut panjang berada disampingku sambil tersenyum manis… kemudian penglihatanku kembali suram dan gelap.
“oouughh!!! Ohokk..ohohokk!!!!” jeritku batuk dan kesakitan.
“ada apa?” kata Stevano.
“tidak apa-apa!! Jangan pedulikan aku” gertakku.
“ohho..memangnya aku peduli? Aku hanya kaget saja” ketusnya. “eh, air matamu keluar. Apa kau menangis?” tanyanya
“ugh!” gertakku lagi.”katanya kau tak peduli!” bentakku, Lalu berlari menuju kantin untuk membeli air minum. Dan aku bertemu dengan Elenaki dan Alex.
“hey Bree.. kenapa kau? Kau habis menangis?” tanyanya khawatir.
“tidak aku tidak papa.. mataku hanya keselip” jawabku berpura pura.
“hey,,!! Bree!! Siapa yang mengha….”
“bukan siaa siapa!” bentakku, memotong pembicaraannya.
“aku akan memukul orang itu!” ketusnya.
“jangan sok jagoan! Dan jangan sok keren!” gertakku.
“hey, aku hanya ingin membantu!” teriaknya.
“aku tidak butuh bantuanmu! Brengsek!” ejekku marah.
“dasar kau murahan!!!” teriaknya lagi. Seketika ia mau menamparku, tetapi terhalang oleh tanganku yang keduluan menahan tanganya dan memutarnya, hingga ia menjerit kesakitan.
“aarrgghgghh!! Sialan ! fuck ! damn ! “ teriaknya menjerit kesakitan.
“begitu namanya sakit !” tukasku.” Untung aku tak pernah merasa sakit” bisikku. Lalu berlari menuju kelas.
“padahal itu tarikan yang pelan” bisik stevan yang berada di sampingku, yang sejak tadi bermain handpone terus.
“ough!.. tidak..aku sekuat tenaga menariknya.. dan dia memang cukup berat” kataku terbata-bata.
“hm..”
*************
Kkkkkrrrririiinnnnnnnnnggggggggg…… suara lonceng berbunyi pertanda pulang, semua orang sudah bersiap siap dan langsung pulang. Tetapi aku hanya masih menunggu didalam kelas sambil menghayal lagi.
Ku lihat sebuah kertas yang sangat jadul dan dilengkapi Tali yang melingkar.. perlahan kubuka dan kubaca kertas itu.
“hey.. Bree.. kau tak pulang???” tanya elenaki yang membuatku terkaget lagi dan berjalan bersama Alex menatapku sangat sinis.
“ayolah cepat Elenaki kita pulang! Aku ingin muntah!” sindir Alex dengan suara parau.
“ayolah Elenaki !.. sebenarnya aku ingin sekali berbicara banyak tentangmu, tetapi…. Binatang peliharaanmu ini ingin makan siang rupanya” ejekku dengan wajah yang sangat mengejek dan menjulurkan lidah.
“rrrrggghhh!” geram Alex.
“malam, kita akan bicara..kau betul peliharaanku ingin makan” ejek Elenaki sependapat.
Alex-pun mengajak Elenaki keluar dan menatapku sangat sinis. Aku lalu kembali menatapnya, namun mereka hilang diapndanganku setelah aku melihat gelap dan melihat 3 orang berjubah berada didepan rumahku sedang bercakap dengan kedua orang tuaku. Namun gadis yang berambut keriting itu melihatku dan berbisik kearah cowok yang disampingnya lagi.
“dia sudah melihat kita, ayo cepat”
Namun setelah itu, pandanganku mulai kabur dan hitam.
“ugh!! Ohokk!! Ohokk!!!” jeritan batukku membuatku sesak.
“aaaaaaaarrrggggghhhhhhhhhhhkkkkk!!!!!!” suara jeritanku membuatku kesakitan dan keras. Aku tidak tahu kenapa aku sangat kesakitan seperti aku diinjak dengan mobil.
“mungkin ini efek akibat aku memaksakan penglihatanku” bisikku. “aku harus segera pulang, sebelum aku terlambat melihat 3 orang berjubah itu.” Gertakku. Menuju tempat pemarkiran kendaraan.
Kunyalakan motorku, lalu kunaiki motorku, tetapi…
“kenapa tak mau jalan?” bisikku marah.
Kulihat dibawah motorku dan..
“sialan ! brengsek!... bannya bocor! Ini pasti alex !,t api kenapa pandanganku terhalang?” tanyaku bingung dan marah.”oh..mungkin karna aku terlalu sibuk untuk 3 orang berjubah itu.” Gertakku.
Lalu kutinggalkan motorku dengan sigap aku berlari dengan cepat dan tanggap.
“besok sajalah, aku mengambil motorku” ketusku sambil berlari.
“3 kilometer lagi!” bisikku terdesak.
“mereka masih ada dirumahku, kira kira 1 jam lagi” kataku sambil melamun.
Wwwwiiiiissshhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Lariku semakin kencang, dan tak kusangka aku sudah sampai didepan pagarku.
Kuintip mereka yang sedang mengobrol.
“tidak ! aku tidak akan memberikan Bree padamu!” .
“ini yang terbaik bu”.
“Bree anak yang baik ! kami akan menjaganya”.
“apa yang mereka bicarakan?” bisikku, sambil melangkah perlahan sedikit demi sedikit. Namun aku tak mengira sampai menginjak batang pohon dan membuat gadis geriting itu mendengarku.. itulah sebabnya ia mendengarkanku .
“dia sudah melihat kita, ayo cepat!” tukasnya.
Cowok yang disampingnya pun juga mengode jubah yang satu, berjanggut panjang.
“aku harap, kau membawanya ke Oxford westreller high school secepatnya, atau kukirim dentora kesini untuk mengantarnya.”
Mereka pun akhirnya pergi hanya dengan membaca mantra dan kembali menghilang.
“ayo Bree!! Masuk ke dalam !” pintah ayahku, berteriak dari jauh.
Ku berjalan menuju arah kedua orang tuaku.
“siapa mereka dad?” tanyaku dengan wajah suram.
“bukan siapa siapa..kau takut?” ketusnya bertanya.dan aku hanya menggelengkan kepala. “aku tahu, kau sudah melihatnya.. ibumu sudah tau” bisiknya.
“aku melihat. Aku akan bersama mereka..apa dad, akan memerikanku pada mereka?” tanyaku dengan suara melengking.
“itulah resiko. Ibumu mengawiniku” katanya pelan. “kau harus siap bersekolah disana..apapun yang terjadi..” katanya lembut. “hhmm.. kau tahu ! hanya orang tertentu yang bisa bersekolah disana” ketusnya.
“magic”. Bisikku pelan sambil menunduk.
“ayo masuk kemari dan baca suratmu dari mereka” teriaknya mengajak.
Ayahku meberikanku surat itu. Surat yang sangatlah jadul. Direkat oleh tali. Dan tinta bulu yang sangat sederhana. Ia tak memberikanku satu, tetapi ada 30 surat.
“mereka memaksakan untuk itu.” Seraknya.
Kuraba surat itu. Melihat tali pengaman yang kuat dan kertas yang ada ditahun 60-an. “apa gunanya e-mail ? atau Handpone ? “ kataku bercanda.
“kau tidak, tahu.. mereka tak menggunakan hal seperti itu. Mereka lebih…….sederhana dan memang sangat sederhana” pelannya.
Kubuka perlahan surat itu.
Yang terhormat, kepada
Mrs. Bree Schweter bryan
Kami dari Oxford westreller high school, ingin mengucapkan. : selamat karena anda dipilih masuk kesekolah sihir kami yang sangat sederhana. Kami harap , anda bersedia masuk kesekolah kami ini. Terima kasih
Salam
Proffessor dreaMcroundfreak
Kepala sekolah Oxford westreller high school
“dad… aku sudah membacanya waktu disekolah tadi” kataku terbata bata.
“aku tahu Bree..” ejek ayahku.
“hahahhhahha… jadi? Kapan aku mulai bersekolah di Oxford?” tanyaku sambil membelalakkan mata.
“minggu depan.. atau mungkin mereka mempercepatnya.. tiga hari ini” kata ayahku membuat wajah yang sok sedih.
“oouugh…aku sudah melihat sekolahnya.. sederhana itu kah?” tanyaku kaget.
“menurut mereka..sangat sederhana” ketusnya.
“tapi yang kulihat..ruangan yang sangat besar dan seperti istana” kataku terbata bata.
“jangan melihat lagi Bree… buatlah dirimu menjadi penasaran dan surprise!” teriak ayahku.. dan kamipun bercanda ria bersama.
“makan malam segera datang” teriak ibuku dari arah dapur.
“mom.. bisakah aku membantumu?” teriakku .
“ayo Bree!! Bantu aku.” Teriaknya lagi. Dan akupun berlari menuju kearah dapur.
“kau harus belajar mandiri Bree.” Bisik ibuku lembut.
“ia mom…apa disana menyeramkan?” tanyaku melotot kearahnya.
“kau sudah lihat” katanya.
“hhahahha…aku akan membuat diriku menjadi pensaran lagi” candaku.
Terdiam sejenak suasana dapur.. hanya suara minyak yang sedang berkelahi didalam wajan menggerogot ayam goreng yang dimasukkan ibuku didalam wajan.
Lalu kumasukkan saus sambal yang beku kedalam microwave dan memutar waktunya selama 24 menit.
*************
Tttiingg .. suara microwave yang selesai memanaskan saus sambal berbunyi. Dan akupun mengambil lap yang tebal lalu mengambil saus sambal yang ada didalamnya. Kemudian memberikannya pada ibuku.
“ini mom” kululurkan saus sambal itu untuk ditaburi ke ayam goreng.
“thanks” bisiknya tersenyum. “wwaaw..! panas!! Panas!” teriak ibuku dan hampir memecahkan toples saus sambal untuk ayam goreng itu. Kemudian meletakkannya di mangkuk kecil yang ukurannya cocok untuk setoples saus sammbal.
“nah.. sedikit lagi ayamnya jadi” kata ibuku.
“sini aku ambil nasi dan sayurnya” ku ambil nasi dan sayur daun kol. Kuletakkan diatas meja.
“ayo.. sudah jadi saatnya kita makan malam” teriak ibuku sambil membawa ayam goreng saus sambal.
Kamipun sekeluarga melahap makan malam yang jarang jarang ini.. melihat keluargaku ada dan lengkap tanpa hambatan.
“aku harap.. ini bukan makan malam yang terakhir kita bertiga disini” kataku lirih.
Ayah dan ibuku memelukku dan ibuku mengeluarkan air mata.
“jangan bicara seperti itu Bree….kita akan selalu bersama” pintah ibuku sambil mengeluarkan air mata.
Setelah selesai makan malam..akupun pergi membereskan sisa sisa makanan dan langsung naik ke atas kamarku.. ku ingat aku ada janji dengan elenaki untuk menelponya. Ku cari buku yang kutulis nomor elenaki didalamnya.
“halo..selamat malam” sapa seorang gadis yang tak asing lagi.
“oh..hay!.. Elenaki?” tanyaku kepadanya.
“oh yah betul.. siapa ini?” ketusnya bertanya.
“aku Bree.. apakah kau masih ingataku berjanji padamu untuk bercakap sedikit” tanyaku mengingatkan.
“oh Bree! Aku hampir lupa.. aku pikir tadi kau hanya bercanda” kagetnya. “yah Bree.. apa yang kau mau bilang kepadaku?” tanyanya ingin tahu.
“Elenaki……….” Kuterdiam sejenak.
“yaa Bree.. aku masih ada” katanya.’
“begini…Elenaki.. bukannya aku mau merusak hubunganmu dengan Alex.. tapi ini penting” kataku deg degan.
“……………..” Elenaki hanya terdiam.
“Elenaki?? Kau masih ada?” tanyaku semakin deg degan.
“ya Bree.. apa maksudmu?” kata Elenaki lagi ingin tahu.
“begini.. aku melihat, kalau alex itu sangat sangat tak cocok untukmu.. bukannya aku mau merusak hubungan kalian.. tetapi Alex itu selingkuh” kataku semakin deg degan.
“bagaimana kau tahu?” tanya elenaki, suaranya tampak lirih dan marah.
“aku melihat sendiri Alex bersama wanita lain.. mereka selalu bersama jika kau tak ada” kataku pelan.
“siapa wanita itu!”gertak Elenaki.
“namanya Stefany” ketusku .
“hey. Bree… Stefany itu sepupu Alex!” gertak elenaki lagi.
“bukan! Dia hanya berbohong kepadamu” tegasku. “kau harus tau elenaki ! kau jangan jadi orang yang bodoh! Yang Alex mau hanya uang dan kelulusan nya” gertakku lagi.
“maaf Bree.. bukannya aku tak percaya kepadamu, tetapi Alex itu sangat setia.. aku tahu siapa Alex itu sebenarnya. Dan kau hanya anak aneh yang pindah dari forks dengan selalu membuatku tersindir!” gertak teriakan elenaki dan langsung menutup teleponya dengan sangat kasar.
“uugh! Liat saja nanti” bisikku.
*************
“Bree..Bree..!! sudah pagi! Bangun!” teriak ibuku dari luar kamarku.
‘iiaaa !!! aku dengar!” balasku berteriak..
Setelah selesai aku lalngsung pergi menuju ruang makan.
“bree.. hari ini ibu membuatkanmu pizza untuk makan siangmu disekolah nanti” kata ibuku memberikanku sekotak makanan berwarna hitam, kesukaanku.
“terima kasih mom” kataku tersenyum.
Pppiiiippp ….”baiklah saatnya anak sekolah berangkat” ketus ibuku.
“daagh mom” teriakku sambil mencium pipinya.
Ayahku sudah menunggu didalam mobil untuk mengantarku.
Selama diperjalanan aku tak tahu harus melihat apa.
“jangan melihat lagi bree… buatlah dirimu menjadi penasaran dan surprise!” .
Itu kata kata yang selalu aku ingat.. sekarang, aku tak mau lagi melihat masa depan.. akibatnya sekarang aku bermusuhan dengan Elenaki. Padahal di ia adalah sahabat terbaikku dibandingkan Stevano.
Kakiku terasa berat untuk turun kemobil,. Kulihat wajah Elenaki dan Alex dari jauh dan itu sangat membuatku tidak nyaman.
Seharian disekolah aku membiasakan tidak menghayal lagi dan juga tidak membuat diriku melihat masa depan,tetapi terkadang mataku tiba tiba ingin sekali melihat masa depan.. dan itulah gunanya Stevano, jika aku menghayal dia akan mencubitku dan itu sungguh tidak nyaman. Namun aku harus melakukan hal ini agar tidak membuatku mempunyai banyak musuh.
**************
Sepulang sekolah, aku berpapasan dengan Elenaki. Ia melihatku dengan tatapan sedih dan marah. Entah mengapa hal ini terjadi padanya.
“Bree…” bisiknya.
“ada apa Elenaki?” tanyaku bingung.
“Alex memutuskanku.. kau benar.. Stefany adalah pacarnya! ..
Ia hanya ingin hartaku.. setelah aku membelikannya mobil BMW 2” lirihnya menangis.
“aku memang berfikir begitu” kataku cuek. Lalu pergi menuju parkiran. Disana kulihat dari jauh wajah elenaki yang sangat sedih, aku tak memperdulikannya.
Saat kutunggu ayahku menjemputku, tiba tiba sebuah mobil trus yang mengangkut batu kerikil. Menuju kearahku dan kulihat mungkin mobil truk itu remnya blong.. perlahan aku melotot.. supir didalamnya berteriak sekuat tenaga “minggri!!! Remnya blong!!”
Seketika semua terdiam ,teman temanku melihat sesuatu yang takjub. Dan benar.. bukan aku yang hancur ,tetapi kaca depan mobil truk itu yang hancur karena , aku memukul truk itu dengan pukulan jariku saja,.
“Bree!!!!!” teriak Elenaki.
Semua orang lari kepadaku untuk menyelamatkanku.
“Bree!! Kau tak apa?” tanya Elenaki.
Aku melihat dunia ini seprti berputar lalu aku hanya melihat kegelapan dan suara rasa sakit.
“Bree! Kamu sudah bangun nak?” kata seorang pria yang lembut.
“Bree..bangun Bree” suara seorang ibu yang sangat lembut juga.
Perlahan aku membuka mataku dan aku melihat banyak sekali orang disekelilingku yang melihatku sangat tragis.
“Bree!!! Kau sudah bangun nak!” teriak ibuku dan langsung menciumku.
“oh. Mom.. apa yang terjadi?” kataku merasakan sakit.
“syukurlah Bree!” lirih ibuku khawatir.
Kulihat disekelilingku..sangat banyak orang yang berkunjung untuk melihatku. Mereka tampak prihatinmelihat kondisiku ini.
“maaf..pak. bisaka kalian keluar sebentar? Dokter ingin memeriksa keadaan pasien” bujuk suster rumah sakit.
“baiklah suster….” Kata ayahku dan kemudian semuanya keluar.
Kulihat peralatan dokter yang sangat canggih itu dan juga melihat wajah dokter yang sangat ramah padaku.
“ouhh.. Bree schweter bryan..” sebut dokter namaku.
“ya dok..” jawabku sesak.
“kau ditabrak truk ya. Sangat hebat,, truknya bisa bengkok sampai begitu” kata dokter terkekeh.
“haahh…hhmm.. aku tak tahu dok” terbata bata.
“baiklah..aku hanya ingin mengecek kondisi saraf mu saja.” Cuek dokter dan langsung keluar. Lalu orang tuaku masuk kedalam.
“Bree.. kenapa kau bisa?” kata ibuku heran.
“aku…aku memaksakan mataku untuk tidak melihat masa depan.. mungkin penglihatanku dapat diubah?” tanyaku mengarah ke ibu dan ayahku.
“maksudmu?” bingung ayahku.
“aku tak ingin mempunyai penglihatan ini…” sesakku. “aku ingin hidup menjadi manusia normal yang ingin mempunyai banyak teman.. ingin mempunyai seseorang yang bisa dan selalu ada” jelasku.
“tidak Bree! Kau anak yang beruntung bisa terlahir sebagai …………” gertak ibuku
“tidak mom! Aku menyesal hidup seperti ini..aku ingin normal.. aku ingin mata emasku dicabut, kulit putihku berubah menjadi coklat, dan aku ingin penglihatan masa depanku hilang.” Gertakku.
“Bree.. jika kau ingin seperti itu..sama saja kau sedang coba bunuh diri..nikmatilah bree” bujuk ibuku.
“baiklah mom” kataku pelan.
Aku pernah berharap suatu saat nanti aku mempunyai banyak teman, kami bermain boneka bersama ditaman. Tetapi itu hanya mimpi.
“Bree…” panggil ibuku.
“ya mom?” jawabku.
“apa kau melihat..kapan mereka datang?” tanya ibuku parau.
Aku terdiam sejenak. “siapa?......” tanyaku bingung.
“hheeem.. jubah hitam?” melontarkan senyum.
“oh..oh.. mereka akan datang 45 menit lagi.. mereka ingin aku mengangkut barang barangku.. dan juga mereka ingin kita bertemu di jembatan samping taman makam pahlawan.
Well, tempat itu cukup sepi menurut mereka” jelasku.
“apa ! secepat itukah!” teriak ibuku syok.
“tapi Bree! Apakah kau senang pergi kesana?” tanya ibuku sepintas menatap ayahku.
“aku belum tahu, toh aku belum sempat melihat.” Jelasku lagi. “tapi aku akan mencoba beradaptasi” jelasku sambil menutup mata.
“baiklah, aku akan membawa barang barangmu kemari dan menunggu mereka dekat jembatan” terang ayahku.
Aku berharap, disana aku menemukan banyak hal baru untuk aku capai.
Kulihat ayahku keluar lewat pintu untuk kembali pulang mengambil barang barangku. Tak sengaja ketika ayahku membuka pintu, aku melihat seseorang berjubah hitam yang menggunakan kacamata melihatku, dan mungkin berbisik pelan.
Aku melihatnya menggoyangkan mulutnya, ingin mengatakan sesuatu , tetapi pintu kamarku terlanjur tertutup.
“apakah kau ingin buah?” tawar ibuku.
Tetapi pertanyaan itu aku hiraukan. Ibuku melihat mataku dan menyipit.
“secepat itu kah” seru ibuku.
Aku hanya mengangkat bahuku, pertanda tidak tahu apa-apa.
“15 menit lagi” kataku ketika ibuku mengupas buah melon. Lalu ia menatapku marah.
“kau pasti tahu Bree.. tentang elenaki.” Kata ibuku lirih dengan suara merdunya.
“kenapa?” tanyaku bingung.
“ibu tak betah dekat denganya…. Pasti kau tahu.” Terang ibuku tersenyum lebar.
“ahhahhahhha.. mom!” gertakku.
Aku tertawa melihat tingkah ibuku ketika berdekatan dengan Elenaki.. yaitu: bau badannya atau bau arahnya yang sangat pahit. Mungkin karena dia bukan keturunan asli amerika.
“Bree.. ayah datang,” teriaknya dibalik pintu. Kulihat lagi seseorang berjubah yang ada dibalik pintu, namun ia sudah tidak ada.
“apa ini cukup Bree?” kata ayahku membawakan semua barang barangku, serta boneka Barbie ku yang selalu kusimpan, ketika Kheifin memberikanku.
“ini sungguh banyak dad..apa ini tidak membuat mereka kewalahan?” tanyaku.
“mereka punya cara sendiri Bree” senyumnya.
Aku menatap kedua orang tuaku dengan penuh harapan.
“mom, dad… doakan aku yah” lirihku mengeluarkan air mata.
“pasti Bree” senyum ibuku.
“selalu” sambung ayahku.
“oouugh!!! Sial! 10 menit lagi” gertakku.
“baiklah, ayo kita berangkat.” Ketus ayahku.
Kami bertigapun langsung pergi meninggalkan DENALI’S HOSPITAL untuk pergi menemui mereka.
*************
“sampai juga akhirnya” bisik ayahku pelan.
“Bree… ibu akan selalu mengirimkan mu surat” pelan ibuku.
“baik mom..” bisikku.
“berapa lama?” teriak ayahku dibawah jembatan.
“15 detik lagi” teriakku, membalas teriakannya.
“Bree.. jaga dirimu ya” kata ibuku lembut.
“baik mom” .sambil kupeluk ibuku
“mereka datang!” teriak ayahku.
“mom, aku deg degan” manjaku.
“pegang tanganku” bujuknya.
Kulihat 3 orang berjubah itu, sangat murah senyum. Dan salah satu ketua mereka yang berjanggut panjang menyapa ayahku.
“hay Crush ferdos bryan.. lama kau tak ke Oxford” sapanya.
“maaf proffessor, aku lebih suka kehidupan sekarangku” jawab ayahku. Santai tanpa senyuman.
“hey. Istrimu tampak cantik hari ini” bisiknya. “hay Irina,apa kabar.. dan Bree.. apa kabar gadis cantik,siap berpetualang?”
“jika kau meminta, aku akan selalu siap” candaku sambil tersenyum.
“Bree.. kau siap sekarang?” tanya Proffessor.
“apa ini sakit?” kataku bercanda.
“kau tinggal menutup matamu” .pelannya.
“baiklah.. tetapi tunggu sebentar” kataku. Lalu berbalik menuju kearah orang tuaku.
Kupeluk mereka erat erat. Aku mendengar suara rintihan air mata ayahku. Suara hati ibuku terdengar seperti pertempuran
“Proffessor, tetapi..Bree belum sembuh total” kata ibuku memohon.
“di Oxford tentu ada rumah sakit” singkatnya.
Aku tak tahu, Proffessor dreaMcroundfreak lebih cepat berfikir dibandingkan ibuku. Kutatap mata kedua orang tuaku. Aku ingin menangis, tetapi aku tahu.. aku tidak bisa dan aku berjanji tidak akan menangis seperti anak kecil.
“selamat tinggal Mom, Dad” bisikku ditelinga mereka.sambil berlari menuju kearah 3 orang berjubah tersebut.
“hati-hati disana Bree!!!” teriak ibuku. Namun tiba tiba. Kabut hitam meanda penglihatanku. Suara ibuku sudah tak terdengar.
Mataku terpejam cukup lama. Tak kusangka, apakah ini penglihaatan masa depanku? Aku tak tahu. Siapa yanga tahu? Lihat saja nanti.
“Bree.. buka matamu nak, kita sampai” bisik Proffessor DreaMcround ditelingaku.
“hhhaaaahh?? Baiklah” bisikku. Perlahan kubuka mataku dan melihat sebuah ruangan yang berisi barang yang jarang ditemui, ruangan raksasa yang besar